Renungan Harian – ALLAH YANG TIDAK EFISIEN

Renungan.org - Renungan Harian 28 April 2020_ Hanya dengan ketekunan dan keberanianlah maka siput bisa mencapai bahtera Nuh.
Renungan.org - Renungan Harian 28 April 2020_ Hanya dengan ketekunan dan keberanianlah maka siput bisa mencapai bahtera Nuh.

Renungan Harian Kristen hari ini: April 2020.

Bacaan Alkitab

“Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu … apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.”

Ulangan 8:2

Renungan

Allah Israel, Allah kita semua, ternyata bukan Allah yang efisien. Lho, beraninya berkata demikian? Ya, betul, Allah kita bukan Allah yang efisien. Coba saja lihat, bagaimana cara Allah membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dan menghantar mereka masuk ke tanah perjanjian. Allah mengerjakannya selama 40 tahun. Padahal jarak Mesir ke Palestina bisa saja dijalani hanya dalam waktu beberapa tahun saja. Belum lagi kalau kita melihat rute yang diambil. Allah membawa bangsa Israel melewati padang gurun tandus dan kering. Padahal, dari Mesir ke Palestina sebenarnya bisa melewati rute yang nyaman dan enak.

Lalu mengapa Allah bertindak demikian? Penulis Ulangan mencatat bahwa Allah membawa Israel berkeliling selama 40 tahun dengan maksud lain, yaitu mendidik Israel agar patuh pada pimpinan dan perintah Allah. Benar saja, berkali-kali kita mencatat dalam perjalanan 40 tahun itu bangsa Israel mengomel, menggerutu dan bahkan berpaling dari Allah.

Kita kini hidup dalam dunia yang serba instant dan cepat. Ada mie instant, kopi instant, susu instant, restoran instant … dan juga iman instant. Iman instant adalah iman yang maunya serba cepat, serba buru-buru, asal jadi. Yang penting cepat, tak peduli apa hasilnya, tak peduli bagaimana caranya. Iman instant adalah iman yang tak suka proses panjang, tak suka tantangan dan cobaan. Sebisa mungkin dihindarilah yang susah-susah. Jadi orang Kristen harus serba sukses dan senang.

Tapi Allah Israel, Allah kita, adalah Allah yang lebih peduli pada proses perjalanan iman kita. Ia mendidik kita sedikit demi sedikit. Namun hasilnya sungguh memuaskan. Ia berjalan bersama bangsa Israel perlahan-lahan, menyertai mereka dalam perjalanan yang melelahkan. Kosuke Koyama, seorang teolog Jepang, pernah berkata bahwa Allah bangsa Israel, Allah Anda dan saya, adalah Allah yang berjalan 5 mil per jam. Anda tahu, 5 mil per jam adalah kecepatan rata-rata manusia berjalan. Ketika bangsa Israel berjalan selama 40 tahun di padang gurun yang tandus dan penuh bahaya, Allah tidak meninggalkan mereka. Allah menyertai mereka, ikut berjalan bersama mereka.

Hanya dengan ketekunan dan keberanianlah maka siput bisa mencapai bahtera Nuh. – Spurgeon